Posts

Sejarah Monumen Nasional

Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas merupakan monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Pembangunan monumen ini dimulai pada 17 Agustus 1961 di bawah perintah Presiden Sukarno dan dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Di bagian dasar monumen pada kedalaman 3 meter di bawah permukaan tanah, terdapat Museum Sejarah Nasional Indonesia. Ruang besar Museum Sejarah Perjuangan Nasional dengan ukuran luas 80 x 80 meter, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang. Ruangan besar berlapis marmer ini terdapat 48 diorama pada keempat sisinya dan tiga diorama di tengah, sehingga menjadi total 51 diorama. Diorama ini m...

BATU MENANGIS

  Ada seorang anak perempuan yang sangat manja. Ia suka membeli barang-barang mewah padahal ibunya hanyalah seorang penjual kayu bakar. Meski begitu, jika ia tidak dituruti kemauannya, ia akan marah. Ia akan mulai merajuk dan menangis hingga ibunya menuruti segala permintaannya. Ia selalu meminta dibelikan ini itu tanpa memikirkan apakah ibunya memiliki uang atau tidak. Ibunya selalu berusaha sabar, meskipun untuk mengumpulkan uang saja, ia harus berjalan sangat jauh dari hutan ke kota untuk menjual kayu bakarnya. Suatu ketika, anak perempuan tersebut meminta ibunya menemani membeli baju baru di kota. Ia membeli baju sangat banyak dan meminta ibunya untuk membawakan semua barang belanjaannya. Ia memperlakukan ibunya seperti layaknya seorang pembantu. Saat sedang perjalanan pulang, ada seseorang yang memanggil gadis itu. "Hai, gadis cantik, sungguh cantik parasmu. Sedang bersama ibumu kah dirimu?" tanya pemuda tersebut. Gadis tersebut merasa malu untuk mengakui ibunya yang ber...

Pelangi sebelum Hujan

Hati yang dulu patah Luka yang dulu lebam Kenangan yang terus menghantui Tak bisa sembuh begitu saja Mengenal cinta dengan orang yang baru? Mustahil bagiku Tapi aku tlah menemukan senjaku Senja yang paling gagah Senja yang menenangkanku Senja yang mendamaikan jiwaku Senja keemasan yang tak terdefinisikan Aku mulai berbicara dengan angin malam Apakah aku mulai jatuh cinta? Apakah luka lebam di hatiku sudah sembuh? Apakah dia penawar patah hatiku? Mentaripun menjawab dengan kehangatannya Dialah sosok yang secara tiba-tiba datang dihidupmu Dialah sosok yang akan selalu melukis tawa diraut wajahmu Dialah sosok yang akan menjaga kedamaian hatimu Dialah sosok pelangi yang abadi Pelangi yang akan datang sebelum hujan turun

Impian

Aku mulai memberanikan jiwaku untuk menyusuri sebuah rimba Aku hanya memerlukan kaki yang siap untuk selalu melangkah Badan dan carrier yang bisa bekerjasama dengan hati Kawan yang tak pernah mementingkan sebuah ego Mulut yang tak berhenti berdoa dan bersyukur Telinga yang harus mendengar kode alam Mata yang harus fokus pada satu tujuan Tangan yang kuat untuk saling menolong Kali ini aku melangkah tanpamu Perjalanan pun terasa sangat melelahkan Pernah terlintas kata untuk menyerah Tetapi ada hal yang harus aku perjuangkan Dan kicauan burung itu menguatkan ku untuk terus melangkah Rasa lelah dan letih akan terbayar pasti Aku menemukanmu di balik rimba yang hening dan mencengkam Puncak gunung yang kokoh dan berselimut awan Mentari tersenyum hangat melihat sebuah perjuangan Dan aku pun mulai bercengkerama dengannya dan bercerita tentang mu Sebuah keindahan sejati tak bisa didapat tanpa pengorbanan Seperti halnya cinta sejati Canda tawa terlukis m...

Rasaku

Guyonan. Sebuah kata yang jika dilakukan membuat orang tertawa. Kau tau tidak siapa pemeran di dalamnya? Tak tau kan? Jawabannya adalah kau. Iya, kau. Kau adalah penyebab dan alasan mengapa aku selalu ceria beberapa minggu ini. Beban yang aku rasakan sedikit hilang saat kau mengatakan satu kata yang bisa membuatku tertawa.  Rasa memang tak memandang siapa dia dan bagaimana dia. Namun, rasa memandang bagaimana dia membuatmu nyaman dalam zona nyamanmu dan zona nyamannya. Karena sifat dan berpikirmu, aku jadi tau mana yang dewasa dan mana yang kekanakkan. Entah mengapa dan bagaimana pembawaanmu seperti aku adalah adikmu. Seperti adik kecil yang membutuhkan kasih sayang dan jajan yang diinginkan. Aku tau, aku memang terkadang kekanakkan dan kau pun menyadari itu. Terkadang aku juga dewasa. Bahkan bisa lebih dewasa darimu...