Impian


Aku mulai memberanikan jiwaku untuk menyusuri sebuah rimba
Aku hanya memerlukan kaki yang siap untuk selalu melangkah
Badan dan carrier yang bisa bekerjasama dengan hati
Kawan yang tak pernah mementingkan sebuah ego
Mulut yang tak berhenti berdoa dan bersyukur
Telinga yang harus mendengar kode alam
Mata yang harus fokus pada satu tujuan
Tangan yang kuat untuk saling menolong
Kali ini aku melangkah tanpamu
Perjalanan pun terasa sangat melelahkan
Pernah terlintas kata untuk menyerah
Tetapi ada hal yang harus aku perjuangkan
Dan kicauan burung itu menguatkan ku untuk terus melangkah
Rasa lelah dan letih akan terbayar pasti
Aku menemukanmu di balik rimba yang hening dan mencengkam
Puncak gunung yang kokoh dan berselimut awan
Mentari tersenyum hangat melihat sebuah perjuangan
Dan aku pun mulai bercengkerama dengannya dan bercerita tentang mu
Sebuah keindahan sejati tak bisa didapat tanpa pengorbanan
Seperti halnya cinta sejati
Canda tawa terlukis menghiasi awan putih yang disinari kilau jingga
Bergurau dengan mu disebuah puncak terindah merupakan hal yang aku impikan

Comments

Popular posts from this blog

Rasaku

Sejarah Monumen Nasional